Tak ada pegawai konsulat yang terluka dalam insiden tersebut. Para pegawai dilaporkan melarikan diri melalui pintu belakang gedung.
Para demonstran berhasil memasuki kompleks gedung. Di sana mereka mencopot bendera Iran dan menggantinya dengan bendera Irak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden itu menandai peningkatan tensi aksi unjuk rasa yang berkecamuk di Baghdad dan sejumlah kota lainnya di Irak sejak meletus pada 1 Oktober lalu. Massa memprotes pemerintah yang dianggap korup, buruknya layanan publik, dan tingkat pengangguran yang tinggi.
Terakhir, dua pengunjuk rasa tewas dan 35 lainnya mengalami luka-luka saat aparat menembakkan peluru tajam untuk membubarkan kerumunan di Jalan Rasheed, Baghdad, pada Rabu.
Pengunjuk rasa menduduki tiga jembatan utama yang berada di sekitar Jalan Rasheed. Massa membakar ban di jembatan untuk menghadang aparat yang hendak masuk.
Para pemimpin Irak telah mendengarkan tuntutan-tuntutan yang dilayangkan. Untuk menenangkan para pengunjuk rasa, pemerintah Irak berjanji akan merekrut lebih banyak pekerja termasuk pada penggerak protes, pemilu reformasi, dan perombakan kabinet.
Kendati demikian, aksi unjuk rasa terus berlanjut dan berujung kerusuhan. Hingga saat ini, data resmi terakhir mencatat sebanyak 350 orang tewas selama aksi berlangsung.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)