Seperti dilansir Associated Press, lima orang penduduk dilaporkan tewas ditembak dan 32 lainnya terluka dalam kerusuhan di Najaf. Aparat keamanan menggunakan peluru tajam untuk membubarkan massa dan menghentikan upaya pembakaran sebuah masjid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa demonstran juga menduduki wilayah Jumhuriya dan Sinak yang menjadi pintu masuk ke kawasan kompleks pemerintahan. Sampai saat ini sudah 350 orang meninggal dan 15 ribu lainnya luka-luka akibat ditembak dan mengalami kekerasan oleh aparat dengan peluru tajam dalam kerusuhan di seantero Irak.
Pemerintah Iran mengecam aksi pembakaran gedung konsulat mereka di Najaf. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, mendesak pemerintah Irak bertindak tegas terkait insiden itu.
[Gambas:Video CNN]
Kementerian Luar Negeri Irak menyatakan insiden itu terjadi karena ada provokator yang menyusup ke massa demonstran.
Sentimen anti-Iran di antara masyarakat Irak semakin kuat dalam gejolak politik kali ini. Apalagi pada 1980-an kedua negara terlibat perang besar.
Aksi unjuk rasa besar-besaran merebak di seluruh Irak sejak 1 Oktober. Mereka menuntut langkah konkret pemerintah untuk menekan kemiskinan, penyediaan lapangan kerja, dan memberantas korupsi.
Menurut Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Irak adalah penghasil minyak bumi kedua terbesar di dunia. Namun, berdasarkan telaah lembaga non-pemerintah Transparency International, mereka menempati urutan ke-12 negara terkorup di dunia.
Iran saat ini mendukung rezim pemerintah Irak yang dianggap korup.