Sejumlah anggota komite intelijen parlemen Korea Selatan dan Ketua Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS), Suh Hoon, dilaporkan membenarkan kepulangan Kim Pyong-Il ke Pyongyang.
Kim Pyong-Il merupakan saudara tiri ayah Kim Jong-un, Kim Jong-il. Kim Pyong-Il lahir dari istri ketiga kakek Kim Jong-un, Kim Il-Sung, pada 1954.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kim Jong-il, lahir dari istri pertama Kim Il-Sung yakni Kim Jong-suk.
Saat itu, Kim Pyong-Il dianggap sebagai pesaing kuat Kim Jong-Il untuk menjadi penerus takhta pemimpin tertinggi Korut.
Kim Pyong-Il merupakan lulusan Universitas Kim Il-Sung. Setelah kalah dalam perebutan kekuasaan, ia dikirim sebagai duta besar di sejumlah negara di Eropa.
Pada 1988, Kim Pyong-Il ditunjuk menjadi dubes Korut untuk Hungaria. Setelah itu, ia diangkat menjadi dubes Korut untuk Polandia selama 17 tahun sampai 2014.
[Gambas:Video CNN]
Terakhir, ia diangkat sebagai dubes Korut untuk Ceko pada Januari 2015 lalu.
Dilansir the Korea Herald, hingga saat ini belum jelas alasan kepulangan Kim Pyong-Il ke Pyongyang.
Beberapa rumor beredar bahwa kepulangan Kim Pyong-Il menandakan bahwa rezim Kim Jong-un cukup stabil untuk menerima kembali lawan-lawan potensial yang mungkin mengganggu stabilitas kepemimpinannya.
Namun, sejumlah pihak khawatir bahwa Kim Jong-un berupaya menyingkirkan seluruh pesaing yang mungkin mengancam kepemimpinannya, termasuk Kim Pyong-Il.
Sebab, selama ini, Kim Jong-un dikenal tak pandang bulu untuk menyingkirkan orang-orang yang dianggap mengancam kedudukannya.
Kim Jong-un diyakini telah memerintahkan pembunuhan terhadap saudara tirinya sendiri, Kim Jong-nam, di Malaysia pada 2017 lalu.
Ia juga mengeksekusi pamannya sendiri, Jang Song-thaek pada 2013 lalu. (rds/dea)