Asia One melaporkan, Selasa (3/12), pria yang tidak disebutkan namanya itu awalnya berkunjung ke ruang pamer mobil BMW untuk membeli sebuah mobil setelah mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) pada 25 November lalu.
Setelahnya, ia menggores bagian pintu penumpang belakang dengan sebuah kunci yang ia pegang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika polisi datang ke lokasi, Ji tampak acuh tak acuh tentang sikapnya yang merusak kendaraan dan mengklaim bahwa ayahnya belum memenuhi janjinya untuk membelikannya sebuah mobil setelah ia lulus ujian mengemudi.
[Gambas:Video CNN]
Dia juga mengatakan sang ayah tidak setuju untuk membelikan mobil yang diinginkannya, sehingga ia memutuskan untuk merusak mobil itu agar bisa memaksa sang ayah untuk membelinya. Polisi akhirnya menahan Ji.
Setelah video yang menunjukkan perilaku Ji beredar di media sosial Weibo, beberapa warganet sangat marah degan tindakan yang disengaja itu bahkan menyebutnya sebagai 'bayi besar'.
"Dia sudah berusia 22 tahun dan masih berperilaku seperti bocah? Orang tuanya salah karena memanjakannya. Sebagai orang dewasa, ia seharusnya bekerja untuk membeli mobil itu untuk dirinya sendiri," kata seorang pengguna.
Warganet lain mengatakan Ji akan menjadi seorang pembuat masalah di masa depan.