"Sejak protes dimulai, nampakan demo anti-pemerintah telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Iran," ujar perwakilan Amerika Serikat untuk urusan Iran, Brian Hook.
Dilansir AFP, Hook mengakui bahwa informasi jumlah korban tewas di Iran sulit diverifikasi. Terlebih hingga kini pemerintah masih membatasi akses internet untuk warganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Hook ini disampaikan setelah muncul laporan yang dirilis The Wall Street Journal terkait rencana AS untuk mengirim 14 ribu pasukan ke Timur Tengah. WSJ menyebut pengiriman tersebut diklaim untuk menghadapi ancaman dari Iran.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, pihak Pentagon membantah kabar yang beredar terkait penambahan pasukan ke Timur Tengah.
"Untuk dipastikan, laporan [yang dirilis WSJ] salah. Amerika tidak mempertimbangkan untuk mengirim tambahan 14 ribu pasukan ke Timur Tengah," tulis juru bicara Pentagon, Alyssa Farah dalam cuitannya.
"Kami menerima laporan yang sama dalam beberapa pekan ini," kata seorang sumber di pemerintahan AS, seperti dilansir CNN. (evn)