Pria Saudi Lepas Tembakan di Pangkalan Laut AS, 3 Tewas

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 07/12/2019 05:38 WIB
Pria Saudi Lepas Tembakan di Pangkalan Laut AS, 3 Tewas Ilustrasi. Seorang pria anggota angkatan udara Saudi melepaskan tembakan di pangkalan laut AS dan menewaskan 3 orang, 7 terluka.(Sebastian Willnow/dpa via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Florida, Jumat (6/12). Akibatnya, tembakan itu menewaskan tiga orang. Si penembak lantas ditembak mati oleh polisi.

Belakangan diketahui kalau penembak adalah anggota angkatan udara Saudi, kata beberapa pejabat AS.

Penembakan yang terjadi di Stasiun Udara Naval Pensacola di Florida juga menyebabkan tujuh orang cedera termasuk dua deputi sheriff yang merespons serangan itu, satu di antaranya ditembak di lutut, yang lain di lengan.


"Jelas akan ada banyak pertanyaan tentang hal ini, sebab pria itu ternyata adalah warga negara asing, anggota angkatan udara Saudi, dan sekarang berada di sini ikut latihan di tanah kami," kata gubernur Florida Ron DeSantis kepada wartawan, mengutip AFP.

Menurut laporan CNN, kewarganegaraan pria ini sama dengan pelaku serangan 9/11. Penabrakan pesawat ke gedung WTC pada 2001 itu diprakarsai oleh 19 orang dan 15 diantaranya adalah warga Arab Saudi. Beberapa di antara mereka juga bersekolah di sekolah penerbangan di Florida.

"Pikiran dan doa saya bersama para korban dan keluarga mereka selama masa sulit ini," cuit Presiden Donald Trump.

"Kami terus memantau situasi saat investigasi sedang berlangsung."

Polisi menerima laporan penembakan sekitar pukul 7:00 pagi waktu setempat, jelas Sheriff County Escambia David Morgan. Penyerang akhirnya ditembak mati oleh salah satu deputi yang bertugas.

[Gambas:Video CNN]


Pihak berwenang setempat akan mengadakan konferensi pers untuk memberikan rincian lebih lanjut.

Komandan Timothy Kinsella mengatakan pasukan keamanan pangkalan sudah berusaha mengendalikan keadaan sebelum petugas kepolisian datang.

Fasilitas, yang digunakan untuk pelatihan dan sebagian besar terdiri dari ruang kelas, "ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut," katanya.

Saat ini biro investigasi AS tengah menyelidiki kasus tersebut, termasuk FBI dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak.

Dua hari sebelumnya, seorang pelaut AS menembak mati dua orang dan melukai sepertiga lainnya di Galangan Kapal Angkatan Laut Pearl di Hawaii, Rabu (4/12). Namun, ia akhirnya menghabisi nyawanya sendiri. (eks)