Seperti dilansir Associated Press, Minggu (8/12), informasi itu disampaikan oleh mantan Menteri Kesehatan Bolivia, Gabriela Montano. Dia tidak merinci apakah Morales pergi ke Kuba untuk berobat atau hanya sekedar menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.
Morales pernah berobat karena mengalami masalah telinga hidung tenggorokan (THT) dua tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senat menyetujui undang-undang yang diusulkan setelah sesi pembahasan yang panjang yang dimulai Sabtu pagi. RUU ini berperan penting karena dapat membatalkan hasil pemilihan 20 Oktober dan memungkinkan pemilu baru.
Poin terpenting dari RUU ini adalah soal pelarangan kandidat yang sudah berkuasa dalam dua periode untuk ikut serta dalam pemilihan di posisi yang sama. Ketentuan Itu akan mencegah Morales untuk ikut serta dalam pemilihan presiden mendatang.
[Gambas:Video CNN]
Partai Gerakan Sosialisme (MAS) pimpinan Morales memegang kursi mayoritas di kedua majelis.
Morales, yang mengejar masa jabatan keempat, mengklaim menang dalam pemilu bulan lalu. Namun, kelompok oposisi mengatakan penghitungan suara itu curang.
Presiden sementara Bolivia Jeanine Anez menolak upaya senator oposisi untuk memberikan amnesti kepada Evo Morales.
MAS kini dilaporkan tengah menggelar konvensi untuk mencari calon pengganti Morales dalam pemilihan presiden mendatang. Presiden MAS, Rimer Ágreda, mengatakan dalam pertemuan itu mereka akan menyepakati memberikan hukuman bagi kader partai yang berkhianat.