Seperti dilansir Associated Press, Minggu (8/12), polisi mengatakan diperkirakan ada 65 ribu demonstran yang berunjuk rasa di Paris. Sedangkan di seantero Prancis diperkirakan ada lebih dari 800 ribu penduduk yang berunjuk rasa.
Beberapa demonstran menembakkan kembang api ke arah polisi, yang memancing aparat untuk bertindak. Di samping itu, sejumlah layanan publik seperti kereta bawah tanah, kereta api, bus kota tidak berjalan akibat hampir seluruh pekerjanya mogok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perselisihan antara Macron dan masyarakat akar rumput terjadi sejak tahun lalu. Saat itu kelompok Rompi Kuning memprotes kebijakan keringanan pajak bagi orang kaya yang diajukan Macron, padahal rakyat menengah ke bawah justru kesulitan menghadapi kenaikan harga bahan bakar dan pangan.
Mogok massal kali ini terjadi dipicu rencana Macron untuk mengubah aturan jam kerja untuk pegawai yang bekerja di sektor layanan masyarakat. Para pekerja khawatir perubahan itu akan menambah jam kerja mereka dan memangkas nilai jaminan pensiun.