Seperti dilansir ABC, Senin (9/12), ratusan sapi asal Australia itu disebar kepada para peternak kecil di Jawa dan Sumatera. Diperkirakan ada sekitar 2,500 ekor sapi bantuan yang dikirim pada tahun lalu.
Lihat juga:Bulog Tidak Akan Impor Daging Sapi |
Pemerintah Australia sampai saat ini enggan menanggapi soal masalah itu. Akan tetapi, kalangan industri pertanian di Negeri Kanguru justru khawatir jika polemik ini diangkat maka akan mempengaruhi perdagangan sapi impor dengan Indonesia yang nilainya mencapai Rp7,6 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami prihatin atas situasi ini, dan kami sudah menyampaikan keprihatinan ini kepada pemerintah Australia," kata Harvey.
Harvey-Sutton menyatakan harus ada perbaikan jika kerja sama ekspor ternak hidup akan dilanjutkan kedua negara.
[Gambas:Video CNN]
"Jika di masa mendatang ada permintaan ekspor ternak hidup, kita harus mencari cara lain untuk memberi bantuan supaya hal ini tidak terjadi lagi," ujar Harvey.
Harvey mengatakan tidak seluruh peternak Indonesia gagal merawat sapi asal Australia. Dia berharap hal ini bisa diselesaikan dengan mudah tanpa harus dibawa ke ranah politik luar negeri yang rumit.
"Kalau pemerintah Australia dan Indonesia membawa masalah ini ke tingkat diplomatik, maka hal ini akan membuat proses penyelesaian menjadi semakin rumit," ujar Harvey.
Menteri Pertanian Australia, Bridget McKenzie, menyatakan sudah meminta anak buahnya mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini di tingkat peternak.
"Kita memiliki hubungan kuat dan panjang dengan Indonesia terkait perdagangan daging sapi," kata McKenzie.
"Kami sedang berkoordinasi dengan kalangan industri di Australia dan Indonesia untuk memperbaiki manajemen ternak hidup setelah mereka sampai di negara tujuan," demikian pernyataan Kementerian Pertanian Australia. (ayp/ayp)