Aparat menyatakan selama proses pencarian melalui udara tidak menemukan lagi tanda-tanda korban selamat.
Dilansir CNN, hingga saat ini delapan orang masih dinyatakan hilang. Polisi menduga semua korban yang belum ditemukan diduga tewas saat berusaha menyelamatkan diri dari letusan yang terjadi Senin (9/12) sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya takut ada kabar buruk yang datang dalam beberapa hari mendatang. Ini adalah tragedi, yakni ketika erupsi terjadi saat mereka sedang bersenang-senang," ungkap Morrison seperti dilansir Associated Press.
[Gambas:Video CNN]
Hingga saat ini Morrison mengatakan setidaknya tiga dari lima korban tewas dalam letusan tersebut merupakan warga negara Australia.
Aktivitas seismik di lokasi kejadian tercatat mulai turun. Namun ahli vulkanologi Geoff Kilgour mengatakan tim penyelamat masih harus mewaspadai risiko terjadinya erupsi yang lebih kecil dalam waktu 24 jam ke depan.
"Kami masih mengamati semburan uap dan lumpur di area ventilasi aktif di sekitar tempat kejadian," ungkap Kilgour.
Saat itu dilaporkan terjadi dua kali letusan yang menyebabkan awan panas setinggi 3.600 meter. Kelompok peneliti GNS Science, Brad Scott mengatakan tingkat kewaspadaan aktivitas gunung api Pulau Putih memang kerap berubah-ubah dan kadang tidak terjadi letusan. (evn)