AS Peringatkan Konsekuensi Rencana 'Kado Natal' Korut

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 04:30 WIB
AS Peringatkan Konsekuensi Rencana 'Kado Natal' Korut Ilustrasi peluncuran rudal. (Foto: Maxime POPOV / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat memperingatkan konsekuensi yang akan dihadapi Korea Utara terkait 'kado Natal' yang akan dikirimkan Pyongyang.

Duta besar Amerika Serikat, Kelly Craft menyuarakan keprihatinan akan indikasi Korea Utara untuk menguji coba rudal balistik antarbenua yang dirancang untuk menyerang benua Amerika.

"Uji coba rudal dan nuklir tidak akan memberikan keamanan yang lebih besar bagi Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK)," ujar Craft di Dewan Keamanan PBB, Rabu (11/12) seperti mengutip AFP.


"Kami percaya bahwa DPRK akan berpikir ulang dari upaya memicu permusuhan dan ancaman lebih lanjut, dan bukan membuat keputusan berani yang melibatkan kami," ucapnya.

Craft kembali mengingatkan sanksi yang kemungkinan akan menanti Korut.

"Jika yang terjadi justru sebaliknya [uji coba tetap dilaukan], kami, Dewan Keamanan PBB, harus siap untuk membuat tindakan tegas," imbuhnya.

Ia juga mengatakan sejauh ini uji coba jarak pendek yang dilakukan Korut dianggap kontraproduktif dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

[Gambas:Video CNN]

Ketika disinggung soal pertemuan yang menemui titik buntu jelang batas waktu di akhir tahun, Craft berdalih kesepakatan kedua negara untuk mencapai kesepakatan.

"Perlu saya perjelas: Amerika Serikat dan Dewan Keamanan PBB memiliki tujuan - bukan batas waktu," ucapnya.

Pernyataan Craft merupakan respons atas peringatan seorang pejabat tinggi Korut terkait pertemuan kedua negara yang berujung buntu.

Sebagian orang menafsirkan ucapan tersebut sebagai hal tidak menyenangkan sebagai pertanda bahwa Korut akan melanjutkan uji coba rudal jarak jauh.

Wakil menteri di Kementerian Luar Negeri Korea Utara yang menangani isu-isu AS, Ri Thae Song menuduh para pembuat kebijakan AS memanfaatkan dua pertemuan dengan Kim Jong-un untuk keuntungan politik dalam negeri mereka.

"Pertemuan yang digembar-gemborkan AS, pada dasarnya hanya trik bodoh untuk membuat Korea Utara terikat dialog dan digunakan untuk situasi dan pemilihan AS," kata Ri. (evn/evn)


ARTIKEL TERKAIT