Pesawat yang hendak menuju Antartika tersebut diduga jatuh di laut dan tidak ada korban selamat.
"Kondisi puing-puing pesawat yang ditemukan rasanya kecil kemungkinan ada yang selamat dari kecelakaan tersebut," ungkap Merino dalam konferensi media seperti dilansir AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pesawat Militer Chile Angkut 38 Orang Hilang |
"Kemungkinan besar itu [puing yang ditemukan] adalah bagian tubuh pesawat C-130," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Selain puing tangki bahan bakar, beberapa bagian seperti roda pendarata, sayap, dan roda ditemukan mengapung di laut. Dua buah tas, ransel, dan sepatu yang diduga milik penumpang juga turut ditemukan.
Hingga saat ini tim penyelamat masih melakukan penyisiran di sekitar perairan selatan Amerika Selatan untuk mencari tanda-tanda keberadaan pesawat yang hilang sejak Senin (9/12) malam.
Pesawat dinyatakan hilang kontak pada Senin sekitar pukul 18.13 waktu setempat. Sebelumnya dinyatakan hilang, pesawat tidak mengirimkan sinyal darurat yang mengindikasikan kecelakaan terjadi secara tiba-tiba.
"Pesawat Hercules C-130 lepas landas pada pukul 16.55 waktu setempat dari kota Punta Arenas ke pangkalan udara President Eduardo Frei di Antartika," ungkap Angkatan Udara Chile dalam pernyataan resminya. (evn)