Obama Sebut Tinggal di RI Bikin Dia Jadi Pemimpin Kalem

evn, CNN Indonesia | Rabu, 18/12/2019 10:31 WIB
Obama Sebut Tinggal di RI Bikin Dia Jadi Pemimpin Kalem Presiden AS ke-44, Barack Obama. (Foto: ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia ternyata mewariskan hal yang baik bagi mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Obama mengaku bahwa gaya kepemimpinannya yang kalem dan tenang didapat ketika tinggal di Hawaii dan Indonesia.

Saat menjadi pembicara di forum bertajuk "In Conversation with President Barack Obama" di Singapura, pria berusia 58 tahun itu bercerita tentang gelombang tekanan yang ia hadapi saat menjabat sebagai orang nomor satu di Negeri Paman Sam.

Obama menjabat sebagai presiden AS ke-44 pada 2009-2012 dan 2013-2017. Selama dua periode memerintah, ia mengaku banyak masalah yang dihadapi mulai dari krisis lapangan pekerjaan, krisis ekonomi 2008, Perang Afghanistan, Perang Irak, konflik di Suriah, hingga kemunculan ISIS.


Moderator diskusi yang merupakan Direktur Hubungan Internasional dan Keamanan dari Singapore Institute International Affairs, Nicholas Fang, lantas menanyakan mengapa Obama bisa tetap memiliki gaya kepemimpinan yang tenang di tengah tekanan-tekanan tersebut.

"Itu karena saya memiliki latar belakang yang bercampur Hawaii dan Indonesia," tutur Obama di depan sekitar 4.500 hadirin pada Senin (16/12).

"Saya tidak menjadi tinggi hati ketika melihat wajah saya bertebaran di poster atau laman depan majalah. Saya juga tak terlalu merasa rendah diri ketika hal-hal yang saya hadapi berjalan tak semestinya. Saya percaya kami telah membuat keputusan terbaik dalam setiap situasi," paparnya menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

Menurutnya resep memiliki jiwa kepemimpinan yang tenang adalah berfokus pada kepentingan orang banyak dan menikmati prosesnya.

Obama juga mengatakan dirinya selalu mencoba menempatkan orang-orang dengan talenta terbaik dalam masing-masing bidang yang juga percaya akan etos kerja dan visi-misinya.

"Anda menempatkan mereka pada posisi untuk berhasil dan Anda membuat keputusan berdasarkan informasi terbaik yang tersedia dan menyiapkan proses di mana Anda dapat melihat dari setiap sudut solusi apa yang terbaik untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi," kata Obama seperti dikutip Strait Times.

"Semua masalah yang saya hadapi saat itu sulit ketika berada di Gedung Putih. Satu-satunya masalah yang datang ke meja saya adalah masalah yang tida memiliki solusi baik dan tidak ada orang lain yang bisa menyelesaikannya," paparnya menambahkan.

Obama memang sempat tinggal di Jakarta semasa kecilnya, tepatnya di daerah Menteng Dalam, sekitar 1967-1971 bersama ibunya, Ann Dunham dan ayah tirinya, Lolo Oetoro.

Selama di Indonesia, Obama kecil bersekolah di SD Katolik Santo Fransiskus Asisi dan SD Negeri Menteng 01. Setelah itu, ia bersama keluarga pindah ke Honolulu, Hawaii. (rds/evn)