Kedua korban hilang tersebut yakni turis Australia, Winona Langford (17) dan Marshall-Inman (40) pemandu wisata asal Selandia Baru. Jasad kedua korban diduga hilang tersapu ombak dan tidak pernah ditemukan.
Clement mengatakan pihaknya menerjunkan regu penyelam dan helikopter untuk melanjutkan pencarian dua korban satu hingga dua hari ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir CNN, Clement mengatakan jika melihat pada pola pasang surut air laut pihaknya menduga jasad kedua korban hanyut terbawa arus ke arah timur Selandia Baru.
[Gambas:Video CNN]
Lebih dari sepekan setelah letusan pada Senin (9/12) regu penyelamat telah berupaya menghadapi potensi terjadi erupsi. Pada Jumat (13/12) regu penyelamat kembali melanjutkan pencarian selama kurang lebih lima jam.
Dalam proses penyelamatan Jumat lalu, tim penyelamat berhasil menemukan enam korban tewas yang kemudian diangkut ke kapal milik angkatan laut.
Hingga Senin (16/12) tercatat 14 korban masih dirawat intensif di rumah sakit di sekitar Selandia Baru. Sekitar 10 korban diantaranya dinyatakan kritis.
Pihak kepolisian memastikan akan melakukan penyelidikan atasa kematian para wisatawan. Penyelidikan akan dilakukan terkait potensi kelalaian atau pelanggaran prosedur hingga menyebabkan pengunjung tewas saat mengunjungi Pulau Putih. (evn)