Ledakan tersebut terjadi di kota Manaung, kota yang sehari-hari sepi. Dilaporkan tidak ada korban jiwa akibat ledakan mendadak tersebut.
"Terjadi tiga ledakan, tetapi tidak ada korban," ungkap juru bicara pemerintah daerah Rakhine, Win Myint kepada AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika terjadi ledakan, Suu Kyi disebut sedang dalam penerbangan dari Yangon. Myint mengatakan ledakan ini merupakan yang pertama terjadi di Rakhine.
"Ini [ledakan] belum pernah terjadi di Manaung sebelumnya," imbuhnya.
[Gambas:Video CNN]
Sejauh ini belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas bom berdaya ledak rendah tersebut. Kendati demikian, media lokal menunjukkan sejumlah kerusakan kecil akibat tiga ledakan tersebut.
Kedatangan Suu Kyi ke daerah konflik tersebut merupakan ketiga kalinya sejak krisis terhadap etnis Rohingya pecah pada 2017.
Dalam kesaksiannya, Suu Kyi kembali membantah tudingan tersebut. Ia bahkan meminta pengadilan tertinggi PBB tersebut untuk menghentikan perkara dugaan kasus pembantaian etnis Rohingya.
"Myanmar meminta pengadilan untuk menghapus kasus itu dari daftar. Pengadilan harus menolak permintaan tindakan sementara yang diajukan oleh Gambia," kata Suu Kyi di depan majelis hakim pada hari ketiga pengadilan, Kamis (12/12). (evn)