Parlemen Uni Eropa menganggap alat-alat dan cara yang dilakukan blok tersebut sejauh ini tak berpengaruh terhadap perbaikan catatan hak asasi manusia China. Lembaga legislatif Uni Eropa itu bahkan menilai rekor HAM China kian memburuk dalam setahun terakhir.
Selain itu, Parlemen Uni Eropa juga mendesak pemerintah China segera mengakhiri "praktik penahanan sewenang-wenang" terhadap etnis Uighur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Etnis Uighur kembali menjadi perhatian dunia setelah China diduga menahan sekitar satu juta etnis minoritas Muslim itu di sejumlah penampungan layaknya kamp konsentrasi di Xinjiang.
[Gambas:Video CNN]
Beijing awalnya membantah keberadaan kamp-kamp tersebut namun akhirnya mengaku bahwa penampungan itu merupakan "pusat pelatihan kejuruan" untuk memberdayakan warga Uighur dan minoritas Muslim lainnya di Xinjiang.
China juga menganggap kamp-kamp itu sebagai bagian dari kebijakan anti-teror dan deradikalisasi untuk menjaga Xinjiang dari aksi terorisme yang sempat terjadi beberapa tahun lalu.
Belakangan, isu Uighur kembali ramai dibicarakan setelah dokumen China yang bocor ke media mengungkap cara pemerintahan Presiden Xi Jinping menindas etnis Uighur dengan berbagai kebijakan diskriminatif dan represif.