Seorang pejabat militer mengungkapkan bahwa, serangan pada markas militan Islam ini menewaskan dua orang yaitu tentara dan militan kelompok tersebut.
Serangan ini terjadi selama 30 menit di pegunungan Panamao di Pulau Selatan Jolo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasar keterangan dari Kementerian Luar Negeri RI yang diterima CNNIndonesia.com, SM dan ML akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan selanjutnya akan segera direpatriasi ke Indonesia.
Sobejana mengatakan bahwa operasi militer masih berlangsung untuk menyelamatkan tawanan Indonesia lainnya yang berinisial MF.
"Dia bisa saja melarikan atau masih ditahan oleh kelompok tersebut, jadi kami akan melakukan operasi militer lagi," katanya.
Operasi penyelamatan ini terjadi sebulan setelah seorang pria Inggris dan istrinya dibebaskan oleh pasukan Filipina. Mereka sempat diancam akan dipancung oleh kelompok tersebut jika tak diberi uang tebusan.
Sebelumnya, pada Mei lalu, pengamat burung Belanda Ewold Horn dibunuh oleh para penculiknya ketika dia mencoba melarikan diri selama operasi penyelamatan. Sebelumnya dia sempat ditahan selama tujuh tahun. (chs)