Diberitakan Inquirer, ledakan ini terjadi sebelum kunjungan Presiden Rodrigo Duterte ke kota tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (23/12).
Radio lokal melaporkan bahwa ledakan pertama terjadi sesaat setelah pukul 18 waktu setempat di dalam sebuah kendaraan di parkiran stasiun radio tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, tiga ledakan terjadi secara beruntun. Namun Kepala Polisi Patroli Letnan Kolonel Romeo Galgo mengatakan ledakan susulan itu adalah pengalih perhatian.
"Kami menentukan apakah bom ada di dalam kendaraan atau dilemparkan ke kendaraan tersebut. Petugas kami sedang melakukan penyelidikan di lokasi," kata Galgo.
Galgo mengatakan laporan awal dari saksi menunjukkan ada sejumlah tembakan usai ledakan pertama.
Ledakan ini terjadi ketika Katedral Immaculate Concepcion melakukan misa Minggu malam.
Usai ledakan terjadi, lalu lintas di sekitar lokasi ditutup. Selain itu, pihak kepolisian dan militer menutup akses keluar-masuk kota.
Diberitakan CNN Philippines, ledakan tersebut membuat pihak kepolisian memperketat keamanan dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait jenis peledak.
Sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka. Namun belum ada keterangan lebih lanjut terkait jumlah korban akibat insiden ini. (end)