"Ini adalah upaya kami yang tidak mengenal lelah untuk menyelamatkan sandera dan mengalahkan Abu Sayyaf sebelum akhir tahun," kata Komandan Westmincom, Letjen. Cirilito Sobejana, seperti dikutip dari Inquirer.net, Senin (23/12).
"Kami sudah menambah kekuatan pasukan kami dan menutup kawasan tersebut, dan kami yakin bisa menyelamatkan Farhan," ujar Sobejana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Minggu (22/12) kemarin, pasukan Westmincom dua kali terlibat kontak senjata dengan kelompok Abu Sayyaf. Pertempuran itu terjadi di Barangay Pugad Manaul, Panamao, Sulu.
[Gambas:Video CNN]
Juru Bicara Westmincom, Mayor Arvin John Encinas, menyatakan dalam baku tembak itu mereka berhasil menyelamatkan dua WNI, yakni Maharudin Bin Lunani (48) dan Samiun Bin Maneu (26).
Dalam kontak senjata pada pukul 04.30 waktu setempat, pasukan dari Kompi 62 Marinir dan Kompi Pasukan Intai terlibat baku tembak selama 25 menit dengan kelompok Abu Sayyaf. Seorang prajurit gugur dan satu anggota Abu Sayyaf, Hairula Itum, meninggal.
Sedangkan pada kontak senjata yang kedua pukul 06.00, pasukan Westmincom berhasil membebaskan Lunani dan Maneu.