Seperti dilansir Associated Press, Rabu (25/12), saksi bernama Abu Mohammad menyatakan dia hanya melihat sebuah jet tempur melintas di atas wilayah Jobas, Provinsi Idlib. Seketika dia melihat jet itu meluncurkan rudal.
"Saya melihat rudal itu mengarah kepada kami, dan jatuh tepat di lokasi yang dihuni satu keluarga sekitar 10 orang," kata Mohammad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang memuat barang-barang ke dalam truk, lalu pesawat Rusia menyerang kami," kata Hassan.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah Suriah dibantu Rusia terus menggempur Idlib yang diyakini sebagai basis terakhir kelompok pemberontak. Sampai saat ini pasukan rezim Presiden Bashar Al-Assad sudah menguasai 40 desa di sebelah selatan Idlib.
Menurut perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa, ada sekitar 60 ribu penduduk yang mengungsi untuk menghindari peperangan antara pasukan dan pemberontak Suriah. Sedangkan ribuan lainnya memilih kabur menuju perbatasan Turki.
Perang saudara di Suriah telah meletup sejak 2011. Assad menggandeng Rusia dan Iran untuk membantu menghadapi para pemberontak.
Di sisi lain, kelompok Negara Islam (ISIS) juga sempat menguasai sebagian kawasan Suriah. Mereka berperang melawan pasukan Amerika Serikat dan koalisi milisi Kurdi. (ayp/ayp)