Seperti dilansir AFP, Kamis (26/12), oditur militer menjerat kedua prajurit yang identitasnya dirahasiakan dengan delik pembunuhan. Namun, mereka dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu proses penyelidikan.
Kedua tentara itu dilaporkan menyerahkan diri setelah menembak mati tiga warga sipil tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
"Kini ada sedikit harapan untuk keadilan, tetapi jalan itu masih panjang," kata peneliti senior Human Rights Watch Thailand, Sunai Phasuk.
Kasus seorang tokoh masyarakat Muslim di selatan Thailand, Abdulloh Esormusor (34), meninggal setelah sempat koma usai diinterogasi pasukan setempat beberapa waktu lalu sampai saat ini juga belum menemukan titik terang. Banyak yang menduga dia dianiaya sebelum meninggal.
Esormusor ditangkap aparat dan diinterogasi pada 21 Juli lalu. Tuduhannya adalah dia diduga terlibat kegiatan pemberontak.
Esormusor lantas dikabarkan pingsan saat diperiksa, kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat, dengan diagnosa otaknya dipenuhi cairan.
Kelompok oposisi sudah berencana mempertanyakan kasus Esormusor kepada pemerintah dalam sidang di parlemen. Sedangkan kelompok pegiat hak asasi manusia mencurigai kekerasan yang dilakukan oleh aparat militer yang menggelar operasi melawan milisi di selatan negara itu.