Seperti dilansir AFP, Senin (30/12), Topan Phanfone meninggalkan jejak kerusakan di sejumlah pulau di kawasan Visayas. Lokasi itu menjadi tujuan pariwisata.
Di antara para korban yang meninggal itu terdapat tiga awak kapal yang terbalik akibat angin kencang, seorang polisi yang tewas tersetrum karena tiang listrik roboh, dan seorang lelaki yang tertimpa pohon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timbal menyatakan sampai saat ini mereka masih mencari 12 penduduk yang dilaporkan hilang. Sementara itu, sekitar ribuan orang masih mengungsi di penampungan.
Badai itu diperkirakan menghancurkan 260 ribu rumah penduduk. Sedangkan kerugian akibat kerusakan di bidang pertanian dan infrastruktur diprediksi mencapai USD21 juta (sekitar Rp292,7 miliar).
[Gambas:Video CNN]
Jaringan listrik dan telepon di sebagian besar kawasan yang diterjang Topan Phanfone sampai saat ini masih putus.
Topan Phanfone, yang oleh penduduk setempat dijuluki Ursula, adalah topan yang ke-21 yang menghantam Filipina. (ayp/ayp)