Seperti dilansir Independent, Senin (30/12), insiden itu terjadi pada 16 Agustus lalu. Dalam laporan polisi, Oliver mengatakan dia mengatakan baru tahu sang anak berada di dalam mesin cuci ketika mencuci pada pukul 09.00 waktu setempat.
Saat melihat sang anak ikut berputar di dalam mesin cuci, Oliver mengaku dia langsung mematikan mesin itu dan mengeluarkan sang anak. Namun, polisi mempertanyakan mengapa dia bukannya langsung menelepon layanan darurat 911, tetapi malah mengontak suaminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, dokter yang menangani sang anak curiga dan menyampaikan hasil telaahnya kepada polisi. Ketika diinterogasi, sang anak mengatakan ibunya memang galak kepadanya.
[Gambas:Video CNN]
Polisi juga menguji coba apakah mesin cuci itu bisa bekerja dengan penutup yang terbuka. Dan ternyata hasilnya tidak bisa.
Kuat dugaan sang anak terlebih dulu masuk ke dalam mesin cuci, kemudian ditutup dan dioperasikan. Jika hal itu terjadi, maka kecil kemungkinan sang ibu tidak mengetahuinya.
Polisi lantas menjerat Oliver dengan sangkaan mengetahui dan dengan sengaja menempatkan anaknya dalam bahaya hingga menyebabkan nyawa sang bocah terancam dan mengalami cedera pada tubuhnya. (ayp/ayp)