"Kami meminta semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi," sebut Kemenlu seperti dikutip dari situs resminya, Sabtu (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Kedutaan Besar Republik Indoensia (KBRI) di Tehran, Iran, juga sudah mengimbau WNI yang berada di Iran agar menghindari tempat keramaian, kerumunan massa atau rawan serta berpotensi timbulnya konflik maupun tempat yang diduga menjadi target serangan.
Pada Sabtu diketahui dua roket menghantam markas militer Irak yang diisi tentara Amerika Serikat. Ini merupakan respons awal atas pembunuhan Soleimani.
Usai Soleimani terbunuh, Pemimpin Tertinggi Iran, Iran Ayatollah Ali Khamenei, bersumpah akan 'membalas dendam'. Selain Soleimani, Iran juga mengonfirmasi Wakil komandan milisi Syiah Irak (PMF), Abu Mahdi al-Muhandis, petinggi milisi Kataib Hizbullah, dan seorang petugas protokoler bandara Irak, Mohammed Reda tewas karena serangan AS.
[Gambas:Video CNN]
Sedangkan Muhandis sudah dimakamkan di Kadhimiya, Baghdad. Pemakaman dihadiri oleh Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi, ulama Syiah Ammar al-Hakim, mantan PM Nuri al-Maliki dan rekan mendiang, Hadi al-Ameri. (els/fea)