Retno mengaku akan meminta kepada dua perwakilan Iran dan AS di Indonesia itu agar kedua negara menahan diri atas situasi yang saat ini terjadi.
"Agar masing-masing pihak menahan diri, sehingga tidak terjadi ekskalasi di Timur Tengah," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (6/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mau bikin. Itu kemarin kan yang di peluncuran BPPT, setahun lagi lah, satu setengah tahun lagi lah, kami bisa," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Hubungan Iran dengan AS memanas setelah pembunuhan perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qassem Soleimani di Baghdad, Irak.
AS meluncurkan serangan udara usai Soleimani turun dari pesawat yang mendarat di Bandara Baghdad. Selain Soleimani, wakil komandan milisi Syiah Irak (PMF), Abu Mahdi al-Muhandis, petinggi milisi Kataib Hizbullah, dan seorang petugas protokoler bandara Irak, Mohammed Reda juga turut meninggal dalam insiden tersebut.
Serangan pasukan AS itu merupakan perintah dari Donald Trump. Atas peristiwa ini, Fraksi Demokrat di Kongres AS mempertanyakan alasan Trump memerintahkan serangan udara hingga menewaskan seorang jenderal Iran.
Trump, menyatakan mempunyai alasan untuk memerintahkan membunuh Soleimani. Trump berdalih Soleimani merencanakan serangan besar terhadap warga AS di Timur Tengah sehingga ia melakukan serangan terlebih dahulu. (fra/evn)