Perdana Menteri Scott Morrison mengumumkan penambahan dana dari 10 juta dolar Australia yang sebelumnya telah disiapkan.
"Kebakaran api masih menyala dan kemungkinan masih akan terjadi selama beberapa bulan. Untuk itu kami menambah anggaran penanganan kebakaran hutan," ungkap Morrison.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada malam pergantian tahun regu pemadam kebakaran menemukan jenazah di daerah terpencil New South Wales. Jenazah tersebut diidentifikasi sebagai pria berusia 71 tahun yang terjebak di antara rumah dan mobil yang telah hangus terbakar.
Lebih dari 135 kebakaran hutan masih terjadi di New South Wales, 70 diantaranya disebut masih sulit dikendalikan.
[Gambas:Video CNN]
Hujan yang sempat turun pada Senin (6/1) tidak secara signifikan memadamkan api. Sebaliknya, kondisi tersebut justru membuat tim pemadam kesulitan memadamkan api.
Kondisi asap yang membuat awan berubah warna menjadi kemerahan bahkan sudah terlihat dari Samudra Pasifik Selatan bergerak mendekati Argentina dan Chile. Petugas badan meteorologi di kedua negara memantau awan merah karhutla berada sekitar 12 ribu kilometer.
"Dampak yang bisa kita lihat adalah cahaya matahari terlihat kemerahan. Hal ini hanya terjadi jika cahaya matahari terhalang asap akibat kebakaran hutan," kata Urra.
Kebakaran hutan memang lazim terjadi di Australia ketika memasuki musim panas. Kebakaran hutan tahun ini diperkirakan masih akan terjadi hingga Maret mendatang.
Dampak yang terjadi akibat karhutla pada tahun ini dianggap sangat luas dan semakin membahayakan kehidupan manusia dan satwa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Morrison sempat menjadi sorotan lantaran pemerintahannya dianggap lamban dan tidak sanggup mencegah kebakaran hutan yang dianggap sebagai dampak perubahan iklim. Disamping itu, kebijakannya mempertahankan industri tambang batu bara dikecam oleh kelompok oposisi karena dianggap tidak ramah lingkungan. (afp/evn)