Seperti dilansir AFP, Rabu (8/1), menurut perusahaan meteorologi MetSul, kabut asap kebakaran hutan Australia itu terdeteksi di Porto Alegre, ibu kota Rio Grande do Sul.
"Kabut asap dari Australia sangat tipis, tetapi citra satelit menunjukkan kabut asap itu berada di langit Porto Alegre," kata MetSul dalam keterangan pers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Urra menyatakan awan itu tidak mengancam warga Chile.
Sedangkan Badan Meteorologi Argentina memperlihatkan hasil citra satelit mengenai pergerakan awan asap karhutla. Menurut mereka, awan itu mulai bergerak dari arah barat ke timur.
[Gambas:Video CNN]
24 Tersangka
Kepolisian Negara Bagian New South Wales, Australia, sampai saat ini sudah menetapkan 24 orang sebagai tersangka pemicu kebakaran hutan, seperti dilansir CNN. Mereka menyatakan mencurigai 183 orang yang diduga memantik kebakaran hutan, yang 40 di antaranya adalah remaja.
Dari jumlah tersebut, 53 orang diberi peringatan atau ditetapkan sebagai tersangka karena menyulut api. Sedangkan 47 lainnya dicurigai membuang puntung rokok dan korek ke tanah yang memicu api.
Karhutla Australia yang terjadi sejak November 2019 sampai saat ini tercatat sudah menewaskan 24 orang, dan menghanguskan lebih dari 1,000 bangunan. Selain itu, diperkirakan sebesar 5,5 juta hektare lahan hangus dilahap si jago merah.
Kebakaran hutan juga diperkirakan mengakibatkan sekitar 500 juta ekor satwa mati, termasuk binatang khas seperti koala dan kanguru. (ayp/ayp)