"Dua kotak hitam pesawat Ukraina Boeing 737 yang jatuh pada pagi ini sudah ditemukan," ungkap juru bicara otoritas penerbangan Iran, Reza Jafarzadeh seperti diberitakan kantor berita ISNA.
Kendati demikian, pihak otoritas Iran memastikan tidak akan menyerahkan kotak hitam tersebut kepada Boeing (sebagai produsen) dan Amerika Serikat untuk keperluan penyelidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak maskapai mengatakan pesawat tersebut dioperasikan pada 2016. Proses pengecekan rutin dilaporkan baru dirampungkan dua hari sebelum terbang.
Presiden Ukraine Internasional Airlines, Yevhen Dykhne mengatakan pihaknya menghentikan sementara jadwal penerbangan ke Teheran setelah kecelakaan tersebut. Ia juga menyebut pesawat yang jatuh di dekat lapangan di Iran itu sebagai salah satu armada terbaik.
[Gambas:Video CNN]
Dykhne mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kapan batas waktu untuk penghentian penerbangan ke Teheran.
"Itu [penerbangan PS-752] merupakan salah satu pesawat terbaik yang kami miliki, dengan awak yang luar biasa bisa diandalkan," ungkap Dykhne.
Korban tewas terdiri dari 82 warga negara Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina (dua penumpang dan sembilan kru), 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman, dan tiga orang berkebangsaan Inggris.
"Sudah dicek tidak ada korban WNI," jelas Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/1).
Laporan yang dirilis FlightRadar24 mencatat pesawat Ukraina ini sempat tertunda selama hampir satu jam sebelum jatuh di area lapangan.
Hingga kini belum diketahui penyebab kecelakaan. Dugaan sementara pesawat jatuh karena masalah teknis. (ap/evn)