AS berencana membunuh pejabat tersebut bersamaan dengan pembunuhan Qassem Soleimani. Tapi, mereka gagal.
Informasi soal rencana operasi pembunuhan tersebut pertama kali diungkap oleh Washington Post.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Iran |
Kemunculan informasi tersebut menimbulkan reaksi dari Kongres AS. Maklum, sebelum berita tersebut muncul, mereka memang sudah mempertanyakan keputusan tentara AS membunuh Qassem Soleimani.
"Kongres membutuhkan jawaban. Apa yang sepenuhnya direncanakan oleh pemerintahan Trump untuk membunuh para pejabat Iran? Bagaimana upaya pembunuhan di Yaman ada hubungannya dengan ancaman yang akan segera terjadi?" demikian cuitan senator Demokrat Ro Khanna dari California pada Jumat, menanggapi berita tersebut.
Sementara itu, juru bicara Pentagon Rebecca Rebarich menolak berkomentar mengenai tuduhan tersebut.
"Kami telah melihat laporan serangan udara 2 Januari di Yaman, yang telah lama dipahami sebagai tempat yang aman bagi teroris dan musuh lainnya ke Amerika Serikat. Departemen Pertahanan tidak membahas operasi yang diduga di kawasan itu," katanya.
[Gambas:Video CNN]
(agt)