"Dengan rasa sedih, pengadilan Kesultanan Oman berduka. Sultan Qaboos bin Said kami yang dipilih Tuhan untuk berada di sisinya pada Jumat malam," tulis kantor berita Oman seperti dilansir AFP.
Qaboos tidak memiliki anak dan belum secara terbuka menyatakan seorang pengganti untuk memimpin Oman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bawah pemerintahannya, Oman mendapat dukungan dari negara-negara Barat.
Pemerintahannya pernah menghadapi pemberontakan bersenjata dari kelompok komunis di Yaman selatan yang dikenal dengan perang Dhofar. Atas bantuan beberapa negara, pemerintahannya berhasil melawan gerakan perlawanan para pemberontak sehingga ia tetap mempertahankan takhtanya.
Qaboos menjadikan Oman sebagai salah satu negara yang menganut pemerintahan demokrasi. Pemilihan umum langsung membuat Oman melahirkan pemimpin pemerintahan yang diisi oleh kalangan perempuan.
Qaboos juga kerap membuat keputusan politik berdasarkan musyawarah mufakat yang berjalan baik untuk pemerintahan federal, provinsi, lokal, dan wakil-wakil suku. 'Warisan' tersebut menjadi peninggalan pemerintahan demokratis bagi warga Oman. (afp/evn)