Pesawat yang membawa 176 penumpang dan kru itu ditembak jatuh oleh militer Iran pada Rabu (7/1). Seluruh penumpang dan kru tewas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan untuk mengirim kotak hitam ke Prancis dilakukan sebelum keluar pernyataan dari Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran bahwa mereka tidak sengaja menembak rudal ke pesawat sipil Ukraina.
"Kami menuntut pengakuan bersalah sepenuhnya, kami mengharapkan Iran untuk melakukan penyelidikan penuh dan terbuka, membawa pelaku yang bertanggung jawab ke pengadilan, mengembalikan mayat, membayar kompensasi, dan mengeluarkan permintaan maaf resmi melalui saluran diplomatik," kata Zelensky.
"Kami berharap investigasi akan berlanjut tanpa penundaan dan hambatan," lanjut dia.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, militer Iran menyatakan bahwa pihaknya tidak sengaja menembak pesawat Ukraina pada Rabu (8/1) karena salah mengira pesawat akan melakukan serangan.
Dalam kondisi itu, menurut Angkatan Bersenjata Iran, pesawat Ukraine International Airlines dengan nomor penerbangan PS752 terbang mendekati pusat militer IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps), dengan kecepatan dan ketinggian mirip pesawat yang akan melakukan serangan. (din/wis)