Teroris Al Shabaab Bunuh 3 Guru di Kenya

CNN Indonesia | Selasa, 14/01/2020 01:15 WIB
Kelompok teroris Al-Shabaab asal Somalia membunuh tiga guru di kawasan timur Kenya. Kelompok teroris Al-Shabaab asal Somalia membunuh tiga guru di kawasan timur Kenya. (Ilustrasi/Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok bersenjata Al-Shabaab asal Somalia kembali berulah di kawasan timur Kenya. Menurut Kepolisian Kamuthe, Garissa County, milisi tersebut membunuh tiga guru dan menculik seorang lainnya, membakar kantor polisi dan menghancurkan menara telekomunikasi setempat.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (13/1), menurut kepolisian setempat para milisi itu membunuh tiga pengajar yang merupakan non-Muslim. Sedangkan seorang guru yang diculik merupakan Muslim.


Kelompok Al Shabaab semakin gencar menyerang wilayah perbatasan Kenya sejak Desember 2019. Sayangnya, aparat keamanan Kenya setempat selalu terlambat mengantisipasi serangan gerilya milisi tersebut.


Belum lama ini, kelompok Al Shabaab menyerang sebuah pangkalan militer gabungan Amerika Serikat dan Kenya. Akibat penyerbuan itu tiga prajurit AS meninggal dan sejumlah pesawat serta peralatan perang hancur dan rusak.

Al Shabaab juga mengaku bertanggung jawab terhadap serangan atas iring-iringan bus dan minibus yang dikawal polisi Kenya di daerah Lamu. Sebanyak empat orang meninggal dalam kejadian tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Pada 6 Desember 2019, milisi Al Qaidah menyerang sebuah bus dan membunuh 11 orang penumpang, delapan di antaranya adalah polisi yang akan bekerja. Selang 16 hari kemudian, milisi tersebut kembali menyerang di Garissa County dan menewaskan dua buruh bangunan non-Muslim.

Sedangkan pada 22 Desember 2019, anggota Al Shabaab membakar peralatan konstruksi milik seorang pengusaha Muslim yang sedang membangun jalan di Mandera. Lima hari kemudian, milisi Al Shabaab meledakkan bom yang ditanam di pinggir jalan di wilayah Wajir, dan mengenai tiga mobil patroli.

Dalam insiden itu dua perwira militer meninggal dan tujuh polisi luka-luka.


Kelompok bersenjata yang menyatakan tunduk terhadap organisasi teroris Al Qaidah menyatakan akan menuntut balas terhadap Kenya. Sebab, negara itu mengirim pasukan untuk memerangi mereka pada sembilan tahun silam. (ayp/ayp)