Alarm Radiasi Nuklir Kanada Menyalak Akibat Salah Pencet

CNN Indonesia | Selasa, 14/01/2020 22:25 WIB
Alarm Radiasi Nuklir Kanada Menyalak Akibat Salah Pencet Ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir. Alarm radiasi nuklir di Kanada mendadak menyala diduga akibat keliru saat uji sistem. (AFP PHOTO / FRANCOIS NASCIMBENI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesan berantai peringatan ancaman radiasi nuklir di Kanada menyebar cepat pada Minggu (12/1) pekan lalu. Namun, ternyata peringatan tersebut ternyata keliru akibat kesalahan ketika uji sistem saat pergantian giliran jaga pengawas reaktor nuklir yang berada di Provinsi Pickering, Ontario.

Seperti dilansir dari The Globe and Mail, Selasa (14/1), pesan berantai bahaya radiasi nuklir tersebar pada pukul 07.20 waktu setempat. Warga setempat sempat panik dan kebingungan akibat peringatan tersebut.


Akan tetapi, pemerintah pusat baru mengoreksi peringatan itu dua jam setelahnya.


Menurut perkiraan awal perwakilan kantor wilayah Kementerian Hukum di Ontario, Sylvia Jones, penyebaran pesan peringatan radiasi tersebut diduga kuat akibat kekeliruan ketika dilakukan uji sistem. Hal itu adalah prosedur lazim yang dilakukan dua kali dalam satu hari di kompleks reaktor nuklir Darlington, sekat Danau Ontario, sekitar 35 kilometer sebelah timur dari Pickering.

Proses pengujian sistem peringatan bahaya di reaktor yang dikelola oleh Ontario Power Generation terdiri dari beberapa tahapan. Untuk penduduk yang berada dalam radius tiga kilometer akan diberi peringatan dengan sirene.

[Gambas:Video CNN]

Sedangkan bagi penduduk yang berada pada jarak sepuluh kilometer dari reaktor akan diberi peringatan melalui sambungan telepon. Pengendali pesan peringatan melalui ponsel adalah pihak pemerintah provinsi.

"Prosedur itu kami lakukan dua kali dalam sehari untuk memastikan sistem peringatan berfungsi," kata Jones.

Akibat hal itu, Jones mendesak supaya kejadian tersebut diusut. Dia meminta hal itu kepada Pelaksana Tugas Kepala Badan Gawat Darurat Ontario, Douglas Browne.


Akan tetapi, kelompok oposisi dan penentang nuklir yang terdiri dari anggota Partai Demokratik Baru (NDP) Peter Tabuns, Ketua Partai Hijau Mike Schreiner dan anggota parlemen dari Partai Liberal, Mitzie Hunter, mendesak supaya insiden tersebut harus diselidiki menyeluruh oleh Ombudsman. (ayp/ayp)