Sapi, kuda, babi, dan burung milik warga nampak mencolok tak terawat dengan abu tebal yang melapisi kulit tubuh. Tak sedikit kuda dan sapi yang setengah tubuhnya telah terkubur abu vulkanik.
CNN melaporkan sejumlah warga mengabaikan peringatan pemerintah untuk menyelamatkan diri dan memilih bertahan untuk merawat hewan peliharaan. Tak hanya itu, warga juga berupaya menyelamatkan hewan ternak untuk dibawa ke tempat pengungsian sementara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala pemantauan gunung berapi PHIVOLCS, Mariton Bornas mengungkapkan hingga kini pihaknya mencatat gempa bumi masih terus terjadi di gunung Taal.
"Gempa bumi yang cukup kuat terjadi terus menerus yang disebabkan oleh retakan yang menandakan magma akan keluar dari Taal," ungkap Bornas.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah memperluas jarak aman warga yang semula berada di radius 14 kilometer dari gunung Taal untuk menjadi 17 kilometer. Warga diperingatkan untuk meninggalkan tempat tinggal dan mengungsi ke sekitar 200 titik evakuasi.
Hingga Selasa (14/1) gunung Taal telah memuntahkan lava panas setinggi 800 meter ke udara. Tercatat lebih dari 350 gempa vulkanik terjadi sejak Minggu (12/1) hingga Selasa. Sekitar 50 gempa vulkanik tercatat terjadi selama kurun waktu delapan jam pada Selasa.
Bencana alam kali ini bukan hanya mengancam mata pencaharian, tetapi juga kesehatan warga. Sejumlah pengungsi mulai mengeluhkan gangguan pernapasan seperti pilek dan batuk karena menghirup abu vulkanik.
Gunung Taal yang berada di kota Tagaytay terletak di dekat perairan. Lokasi ini merupakan salah satu destinasi wisata favorit dengan pemandangan alam yang kerap dikunjungi warga Manila. Taal merupakan gunung nomor dua paling aktif di Fililipna dan terakhir erupsi pada 1965 yang menewaskan ratusan orang. (cnn/evn)