Hal itu mengklarifikasi pernyataan militer AS sebelumnya yang mengklaim bahwa tidak ada korban dalam serangan tersebut.
"Beberapa personel dirawat karena gejala gegar otak akibat ledakan dan masih dalam penilaian, sementara tidak ada anggota militer AS yang tewas dalam serangan Iran 8 Januari di pangkalan udara al-Assad," ucap juru bicara US Central Command, Kapten Bill Urban, melalui sebuah pernyataan pada Kamis (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menerjang pangkalan Ain al-Asad, Iran juga melepaskan belasan rudal dan sejumlah roket ke pangkalan di Erbil pada Selasa malam (7/1) hingga Rabu (8/1) pagi.
[Gambas:Video CNN]
Dikutip AFP, serangan ke dua basis militer itu diluncurkan Iran sebagai balasan atas serangan drone AS yang telah menewaskan jenderalnya, Qasem Soleimani, pada 3 Januari lalu.
Saat serangan rudal Iran itu berlangsung, Urban menuturkan sebagian besar dari total 1.500 tentara AS yang berada di pangkalan al-Assad telah berlindung di dalam bunker bawah tanah menyusul sirine peringatan yang berbunyi beberapa waktu sebelumnya.
Presiden Donald Trump saat itu juga mengatakan bahwa tidak ada warga Amerika yang terluka dalam serangan tersebut. (rds/evn)