Deretan Anggota Kerajaan Inggris yang 'Resign' dari Takhta

CNN Indonesia | Minggu, 19/01/2020 15:42 WIB
Deretan Anggota Kerajaan Inggris yang 'Resign' dari Takhta Meghan Markle dan Pangeran Harry saat mengumumkan kelahiran Archie. (Dominic Lipinski/Pool via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris dan istrinya Meghan Markle bakal melepaskan gelar kerajaan mereka dan tak lagi menerima dana publik.

Melalui pernyataan Istana pada Sabtu (18/1), Ratu Elizabeth II telah menyetujui permintaan Harry dan Meghan.

Ratu Elizabeth II menyatakan dirinya bersama Harry dan Meghan berhasil menemukan solusi yang suportif dan konstruktif terkait keinginan cucunya tersebut.


"Ini adalah harapan seluruh keluarga saya bahwa kesepakatan hari ini akan menggiring mereka (Harry dan Meghan) untuk memulai membangun hidup baru yang bahagia dan damai. Saya ingin berterima kasih kepada mereka untuk seluruh dedikasinya terhadap negara, persekutuan, dan lain-lain," kata Ratu Elizabeth II.

"Saya juga merasa bangga terutama melihat bagaimana Meghan bisa sangat cepat menjadi anggota keluarga kami," tuturnya menambahkan.

Keputusan Harry dan Meghan cukup menggemparkan publik internasional, terutama publik Inggris.

Pasalnya, Harry baru saja menikahi Meghan, mantan selebriti Hollywood, selama dua tahun terakhir.

Meski begitu, Harry dan Meghan bukanlah anggota keluarga Kerajaan Inggris pertama yang melepaskan gelar kehormatan mereka.

Sekitar 84 tahun lalu, tepatnya tahun 1936, Raja Edward VIII memutuskan untuk turun tahta demi menikahi janda sosialita asal Amerika Serikat, Wallis Simpson.

Saat itu, Edward VIII baru 326 hari menjabat sebagai Raja.

Edward VIII adalah raja Inggris pertama dalam 1.000 tahun sejarah monarki tersebut yang menyerahkan takhtanya atas kehendak sendiri.

Keputusan itu menjadi skandal terbesar dalam sejarah kerajaan modern Inggris dan menjadi sensasi di seluruh dunia.


Sebab, saat itu, selain menjadi Raja Inggris, Edward VII juga menjadi kepala gereja di negara barat laut Eropa tersebut.

Dalam aturan kerajaan, pemimpin kerajaan Inggris dilarang menikahi janda atau duda ketika mantan pasangan mereka masih hidup.

Selain Raja Edward VIII, adik Ratu Elizabeth II, Putri Margaret, juga menuai kontroversi. Pada 1952, Putri Margaret kedapatan berhubungan dengan ajudan sang ayah yang merupakan personel angkatan udara Inggris, Peter Townsend.

Saat itu, Putri Margaret baru berusia 22 tahun. Ia berupaya melawan aturan kerajaan, pendapat pemerintah, dan juga publik Inggris untuk menikah dengan Townsend.

Namun, pada akhirnya Margaret gagal menikahi Townsend lantaran diancam akan dihapus gelar kerajaannya. Meski begitu, Margaret akhirnya menikahi juru foto Antony Armstrong-Jones pada 1960 dan tetap kehilangan gelar kerajaan.

Dikutip AFP, Margaret dan Jones bercerai pada 1978.

[Gambas:Video CNN]

(rds/ard)