Kemlu Sebut 5 Nelayan WNI Hilang di Perairan Sabah Malaysia

CNN Indonesia | Minggu, 19/01/2020 18:04 WIB
Kemlu Sebut 5 Nelayan WNI Hilang di Perairan Sabah Malaysia Ilustrasi. Konsulat Jenderal RI saat ini masih menjalin koordinasi dengan pihak berwenang Malaysia menindaklanjuti lima nelayan WNI yang hilang di perairan Sabah. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri RI membenarkan sebanyak lima nelayan Indonesia hilang di perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah, Malaysia pada Kamis (16/1).

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, menuturkan kelima anak buah kapal itu bekerja di kapal ikan Malaysia.

"Telah terdapat konfirmasi dari Konsul RI di Tawau bahwa benar terdapat 5 awak kapal WNI yang bekerja di kapal ikan Malaysia hilang di perairan Tambisan, Lahad Datu," ucap Judha saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com pada Minggu (19/1).

Judha mengatakan Konsulat Jenderal RI di Kota Kinabalu dan Konsulat RI di Tawau saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak berwenang Malaysia untuk meminta penjelasan mengenai detail kejadian.


Meski begitu, Judha belum bisa mengonfirmasi bahwa kelima WNI tersebut diculik kelompok bersenjata Abu Sayyaf seperti yang diberitakan sejumlah media lokal Malaysia.

The Straits Times dan The Star melaporkan penculikan bermula ketika empat pria bersenjata berpakaian serba hitam menyandera lima dari delapan nelayan kapal pukat Malaysia ketika melaut di dekat perbatasan Filipina sekitar pukul 20.00 malam waktu setempat.

Para anak buah kapal yang diculik dilaporkan bernama Arsyad Dahlan (41), La Baa (32), Riswanto Hayono (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29). Kelima nelayan itu berasal dari Indonesia yang bekerja pada perusahaan perikanan berbasis di Sandakan, Malaysia.

Komando Keamanan Sabah Timur (Esscom), Komandan Hazani Ghazali, menuturkan bahwa kelompok pria bersenjata itu menggunakan kapal cepat atau speedboat saat mendekati para nelayan. Para penyandera dikabarkan langsung melarikan diri ke perairan Filipina sambil membawa lima sandera tersebut.

Kabar penculikan kelima nelayan Indonesia ini didapat Esscom dari laporan nelayan setempat pada Jumat siang sekitar pukul 13.00 waktu lokal.
[Gambas:Video CNN]

Para nelayan lokal menuturkan mereka melihat jaring ikan di lokasi penculikan tetapi tidak dapat menemukan pukat atau kru kapal di sekitar Tambisan.

Pada Jumat malam sekitar pukul 21.00, pasukan Esscom menemukan kapal pukat menuju Tambisan dan menemukan tiga kru kapal di dalamnya.

Penyanderaan ini berlangsung hanya tiga hari setelah pemerintah RI berhasil membebaskan WNI terakhir yang disandera Abu Sayyaf, Muhammad Farhan. Farhan disandera Abu Sayyaf sejak September 2019.

(rds/gil)