Menteri Luar Negeri Ukraina, Vadym Prytaiko mengatakan pihaknya meminta Iran menyerahkan kotak hitam pesawat yang menewaskan 176 seluruh penumpang dan kru.
"Kami berharap kami bisa melakukan pembicaraan terkait masalah praktis termasuk pengembalian kotak hitam. Di pihak Iran, ini akan menjadi bukti kesiapan untuk dialog terbuka," ujar Prytaiko seperti dilansir AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Ukraina, Kanada kembali meminta Iran untuk segera menyerahkan kotak hitam ke Prancis atau Ukraina untuk keperluan investigasi.
[Gambas:Video CNN]
Iran sebelumnya sempat membantah telah menembak jatuh pesawat milik maskapai Ukraina. Namun militer Iran pada Jumat (10/1) akhirnya mengakui bahwa pihaknya tidak sengaja menembak jatuh pesawat tersebut.
Militer Iran menyebut kesalahan tersebut karena faktor manusia, demikian bunyi pernyataan resmi yang dirilis Press TV, seperti dikutip dari CNN.com.
"Hari yang menyedihkan, kesimpulan awal penyelidikan internal oleh Angkatan Bersenjata: Kesalahan manusia pada saat krisis, karena aktivitas Amerika Serikat [di udara] yang menyebabkan bencana," kata Zarif melalui cuitan di akun pribadinya @JZarif, dikutip CNN.
"Penyesalan kami yang mendalam, permintaan maaf dan belasungkawa kepada keluarga semua korban dan kepada negara-negara yang terkena dampak lainnya," sambungnya.
Angkatan Bersenjata Iran sempat mengeluarkan pernyataan resmi bahwa pihaknya mengakui telah salah menembak jatuh pesawat Ukraina bertipe Boeing 737 karena faktor kesalahan manusia (human error) -- mengira pesawat komersial tersebut sebagai pesawat musuh. (afp/evn)