ISIS Klaim Punya Pemimpin Pengganti Baghdadi

CNN Indonesia | Selasa, 21/01/2020 11:53 WIB
ISIS Klaim Punya Pemimpin Pengganti Baghdadi ISIS dilaporkan menunjuk Amir Mohammed Abdul Rahman al-Mawli al Salbi sebagai pemimpin menggantikan mendiang Abu Bakr al-Baghdadi. (Ilustrasi/Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok teroris Negara Islam (ISIS) dilaporkan memiliki pemimpin baru bernama Amir Mohammed Abdul Rahman al-Mawli al Salbi. Dia ditunjuk menggantikan pemimpin sebelumnya, Abu Bakr al-Baghdadi.

Salbi merupakan salah satu pendiri senior ISIS yang selama ini memimpin operasi perbudakan terhadap etnis minoritas Yazidi di Irak.


Kepemimpinan Salbi diungkap koran Inggris, The Guardian, berdasarkan pernyataan dua pejabat dari dua lembaga intelijen yang tak disebutkan namanya.


Surat kabar itu menuturkan Salbi ditunjuk sebagai pemimpin baru ISIS hanya beberapa jam setelah kematian al-Baghdadi pada Oktober 2019.

Salbi diketahui memiliki beberapa nama alias, salah satunya yakni Abu Ibrahim al-Hashimi al-Quraishi, yang tidak dikenal badan intelijen bahkan pemimpin senior ISIS lainnya.

Tiga bulan sejak kematian Baghdadi, lembaga intelijen terus mengumpulkan data yang lebih lengkap tentang Salbi. Pria kelahiran Irak itu digambarkan para pengikut ISIS sebagai veteran yang keras, gigih, dan loyal sama seperti Baghdadi.

[Gambas:Video CNN]

Salbi dilaporkan lahir dari keluarga campuran Irak-Turki di Tal Afar. Ia disebut satu dari sedikit orang non-Arab yang menjadi pemimpin senior ISIS.

Dilansir AFP, Salbi menyandang gelar sarjana hukum Syariat dari Universitas Mosul. Guardian menuturkan karena gelar itu Salbi bisa naik pangkat menjadi pemimpin ISIS.

Dengan dalih memiliki latar belakang hukum Islam, Salbi dikabarkan mencetus fatwa atau hukum buatannya yang membenarkan dan menjamin pembunuhan hingga genosida ISIS terhadap kaum Yazidi.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri AS menganggap Salbi sebagai salah satu penggagas ideologi ISIS paling senior yang telah membenarkan penculikan, pembantaian, dan perdagangan etnis minoritas Yazidi di Irak.


Washington bahkan meyakini Salbi memimpin beberapa operasi teror global ISIS di luar negeri.

Pada 2004, Salbi pernah ditahan oleh pasukan AS di penjara Kamp Bucca, selatan Irak. Di penjara itu Salbi bertemu dan mengenal Baghdadi. (ayp/ayp)