Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan New South Wales mengatakan pesawat tersebut hendak memadamkan kebakaran api yang terjadi di gunung di dekat Sydney.
Mengutip AFP, setidaknya tujuh api dinyatakan muncul dengan status darurat. Salah satu titik api yang muncul terdeteksi di wilayah Snowy Monaro di daerah Monaro, New South Wales.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kru di darat kehilangan kontak dengan pesawat pemadam api yang sedang memadamkan kebakaran di area Snowy Monaro. Beberapa helikopter diterjunkan untuk melakukan pencarian," kata Dinas Pemadam Kebakaran dalam keterangan resmi.
[Gambas:Video CNN]
Tim di darat mengindikasikan pesawat tersebut kemungkinan jatuh.
Komisi Pemadam Kebakaran Pedesaan New South Wales, Shane Fitzsimmons mengatakan tiga orang kru tewas dalam insiden tersebut. Ketiganya merupakan warga negara Amerika Serikat yang dikirim untuk membantu pemadaman karhutla.
"Kami berduka dengan tewasnya tiga orang dalam insiden tersebut," ungkap Fitzsimmons.
Kebakaran hutan yang terjadi di Snowy Mountains yang berjarak sekitar 492 kilometer dari Sydney. Sekitar 94 ribu hektare lahan di area tersebut dilaporkan dilahap api.
Kebakaran hutan di Australia kembali terjadi setelah sempat ditempa hujan deras dan badai debu beberapa hari lalu. Suhu tinggi dan angin kencang menimpa sejumlah kawasan di timur Australia.
"Sejumlah jadwal penerbangan dari dan ke Canberra terimas sehingga dihentikan sementara untuk proses pemadam kebakaran," ungkap juru bicara bandara Canberra kepada AFP.
[Gambas:Twitter]
Lewat akun Twitter resmi, bandara Canberra mengumumkan sejauh ini belum melakukan evakuasi. Penumpang yang terkena imbas diminta menghubungi pihak maskapai penerbangan untuk mendapat informasi lebih lanjut.
Kali ini merupakan pertama kalinya operasional bandara dihentikan sejak kebakaran hutan terjadi pada November 2019.
Sejauh ini api dilaporkan telah membakar lebih dari 140 hektare area dekat bandara Canberra. Secara keseluruhan, kebakaran hutan telah menghanguskan lebih dari 7,3 hektare, 28 orang tewas, lebih dari 3.000 rumah dan bangunan rusak. (evn)