Penyebaran Virus Corona, Hong Kong Tetapkan Status Darurat

CNN Indonesia | Sabtu, 25/01/2020 17:46 WIB
Penyebaran Virus Corona, Hong Kong Tetapkan Status Darurat Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menetapkan status darurat penyebaran Virus Corona di negaranya. (AFP Photo/Anthony Wallace)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Hong Kong memutuskan untuk menetapkan status 'darurat terkait penyebaran Virus Corona. Penetapan status tersebut langsung disampaikan Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam pada Sabtu (25/1) tak lama setelah ia kembali dari Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos.

"Hari ini saya memutuskan untuk meningkatkan status penanganan penyebaran Virus Corona menjadi 'darurat'," katanya seperti dikutip dari AFP, Sabtu (25/1).

Sebagai informasi, status darurat merupakan tingkat peringatan tertinggi di Hong Kong. Ppenyebaran Virus Corona belakangan ini kian mengkhawatirkan.


Virus tersebut telah membunuh 41 orang. Selain itu, virus juga telah menginfeksi 1.300 orang.

Virus juga sudah menyebar ke 12 negara, seperti, Amerika Serikat, Prancis, Jepang, Australia, Malaysia, Nepal, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Amerika, Vietnam.

Penyebaran juga terjadi di Hong Kong. Setidaknya ada lima orang  di Hong Kong yang dites positif terkena Virus Corona.

Dari lima orang tersebut, empat orang di antaranya tiba melalui terminal kereta berkecepatan tinggi yang terhubung dengan China. Atas dasar itulah, Hong Kong membuka kemungkinan untuk membatasi atau bahkan menghentikan aliran transportasi dari daratan China.

Lam mengatakan semua penerbangan dan kereta api dari Wuhan akan dibatalkan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Selain itu, pihaknya juga menerapkan kebijakan lain. Pertama, semua pendatang dari daratan China harus menandatangani formulir deklarasi kesehatan.

Kedua, menghentikan serangkaian kegiatan publik, termasuk perayaan Tahun baru Imlek dan marathon yang rencananya digelar Februari mendatang.

"Kami belum melihat infeksi serius dan meluas (di Hong Kong), tetapi kami menanggapinya dengan serius.  Kami harus bersatu agar kami dapat mencegah dan mengendalikannya," kata Lam.

[Gambas:Video CNN]




(agt/agt)