Kamis, Prancis Evakuasi Warga dari Wuhan

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 21:00 WIB
Kamis, Prancis Evakuasi Warga dari Wuhan Prancis akan mulai memulangkan warganya dari Wuhan mulai Kamis (30/1). (Foto: Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Prancis akan mengirim pesawat untuk mengevakuasi warganya keluar dari Wuhan, China mulai Kamis (30/1) di tengah merebaknya kasus virus corona.

Menteri Kesehatan Prancis, Agnes Buzyn mengatakan pesawat yang akan menjemput warganya akan mendarat pada Kamis dan berangkat kembali pada Jumat (31/1).

Buzyn mengatakan pesawat rencananya akan tiba di Prancis pada Sabtu (1/2).


Wakil menteri transportasi Jean-Baptiste Djebbari mengatakan penerbangan pertama diperkirakan akan mengangkut warga yang tidak memiliki gejala virus corona seperti demam, batuk pilek, dan radang tenggorokan.

Dilansir Cnews, Prancis menyiapkan penerbangan kedua rencananya akan membawa warga Prancis yang kemungkinan terinfeksi virus corona.

[Gambas:Video CNN]

Mengutip CNN, Prancis menjadi negara pertama di Eropa yang mengevakuasi warganya keluar dari Wuhan. Selain Jerman, Prancis merupakan negara di Eropa yang pertama mengonfirmasi kasus virus corona.

Satu korban terinfeksi virus corona dirawat di Paris dan dua lainnya di Bordeaux.

Kepala departemen kesehatan Prancis, Jerome Salomon mengatakan ketiganya tertular virus corona ketika kembali dari China.

Kasus penyebaran virus corona pertama kali dikonfirmasi pada 31 Desember lalu. Wabah virus corona diduga pertama menyebar dari pasar ikan dan hewan yang berada di tengah kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China.

Hingga kini, jumlah warga di Negeri Tirai Bambu yang terinfeksi virus tersebut naik drastis menjadi 4.515 orang. Per Selasa (28/1) jumlah korban meninggal akibat virus corona di China mencapai 106 orang.

Di Provinsi Hubei, sebanyak 24 orang dilaporkan meninggal, dan 1.291 terinfeksi virus corona. Di Hong Kong sendiri sudah ada delapan kasus virus corona ditemukan.

Selain di China dan Hong Kong, kasus virus corona telah merebak ke Macau, Australia, Kamboja, Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, Malaysia, Nepal, Singapura, Korea Selatan, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, Amerika Serikat, dan Vietnam dengan total 4.583 kasus. (CNN/evn)