Ketika Trump Salah Sebut Masjid Al Aqsa Jadi Al Aqua

CNN Indonesia | Kamis, 30/01/2020 14:34 WIB
Ketika Trump Salah Sebut Masjid Al Aqsa Jadi Al Aqua Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (SAUL LOEB / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump terdengar salah menyebut nama Masjid Al Aqsa di Yerusalem saat mengumumkan proposal perdamaian Israel-Palestina gagasannya di Gedung Putih pada Selasa (28/1).

Melalui video yang dirilis akun YouTube resmi Gedung Putih, Trump terdengar malah menyebut Masjid Al Aqua alih-alih menyebut Masjid Al-Aqsa dalam pernyataan bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Israel akan bekerja sama dengan orang hebat yakni Raja Yordania untuk memastikan status quo Temple Mount (situs suci di Yerusalem) tetap terjaga dan memastikan seluruh umat Muslim yang ingin berkunjung secara damai dan beribadah di Masjid Al Aqua bisa melakukannya," kata Trump.



Meski keliru menyebutkan Masjid Al Aqsa, pernyataan Trump itu tetap mendapat sorakan dan tepuk tangan dari Netanyahu dan pejabat lain.

Dalam kesempatan itu, Trump terus membangga-banggakan proposal perdamaian yang dianggap banyak orang berpihak terhadap Israel itu. Trump menyebut proposal perdamaian yang telah digodok sejak 2017 itu sebagai 'Kesepakatan Abad Ini'.

Menurut Trump gagasan perdamaian ini memberikan win-win solution terhadap Israel dan Palestina.

[Gambas:Video CNN]

Dalam proposal Trump itu, AS menyatakan bahwa Yerusalem sepenuhnya akan menjadi ibu kota Israel. Sedangkan Palestina akan diberikan hak untuk mengelola Yerusalem Timur sebagai ibu kota jika kelak sudah berbentuk negara.

Selain itu, proposal Trump itu juga memberikan lampu hijau untuk mencaplok beberapa wilayah Tepi Barat yang selama ini bagian dari Palestina.

Trump juga berjanji akan menggalang dana investasi internasional sebesar US$50 miliar atau Rp682 triliun demi membangun negara Palestina baru. Ia bahkan telah mengunggah peta Palestina baru versi dirinya melalui akun Twitter pribadinya.


Ia mengklaim Palestina akan menerima kesepakatan damai buatannya itu.

"Semua orang menginginkan (proposal damai) ini terjadi, semua orang menginginkannya," tutur Trump.

[Gambas:Youtube]

Rencana Trump itu disambut baik oleh Israel, namun ditolak dan dicerca habis-habisan oleh Palestina hingga memicu demonstrasi besar di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Sementara itu, respons dari negara-negara Arab juga cukup berbeda. Yordania tetap mendukung kemerdekaan Palestina berdasarkan solusi dua negara, di mana Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.


Dikutip dari New York Times, Kementerian Luar Negeri Yordania memperingatkan konsekuensi berbahaya dari langkah unilateral Israel seperti mencaplok sejumlah wilayah Palestina.

Di sisi lain, Arab Saudi mengapresiasi rencana Trump itu dan Uni Emirat Arab menganggap proposal damai buatan AS itu merupakan inisiatif serius untuk menyelesaikan banyak masalah di Timur Tengah selama bertahun-tahun. (rds/dea)