Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Teuku Faizasyah mengatakan pihaknya masih mendata profil dan persiapan administrasi yang perlu dilengkapi.
"Tentu dalam rangka pemulangan mereka ke tanah air pemerintah selalu hadir, teman-teman di Hubei harus dalam kondisi yang siap, terutama dari segi administrasi," ujarnya usai berbicara di Forum Merdeka Barat 9, Kamis (30/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hingga hari ini, pemerintah belum mencapai kesepakatan dengan otoritas China terkait tanggal kepulangan WNI
[Gambas:Video CNN]
"Hari minggu lalu kita telah melakukan konferensi pers antar kementerian dengan Tiongkok, membicarakan evakuasi wni di sana, tapi kita belum tahu kapan bisa dipulangkannya, di sana juga masih lockdown jadi kami tidak bisa mendata secara langsung," katanya.
Meski demikian, Teuku mengatakan Kemenlu tetap bertugas melakukan tahapan pra-evakuasi. Tahapan tersebut terdiri dari dua tindakan.
"Proses pra-evakuasi sedang berlangsung, data yang kami terima ada 243 WNI di Hubei, dalam beberapa hari ke depan akan kami teruskan mendata dibantu PPI di China," ujarnya.
Setelah mendapatkan data yang pasti dan proses administrasi sudah lengkap, maka tindakan selanjutnya akan dilakukan. Tindakan kedua adalah tindakan pemulangan.
"Setelah itu kami akan berusaha memulangkan WNI yang ada di sana, kalau proses administrasi sudah siap seperti visa, pasport, dan lain-lainnya," kata dia. (mel/evn)