Keduanya kini dalam masa perawatan di Layanan Kesehatan Nasional di Newcastle, Inggris.
"Pasien sedang dalam masa penanganan Pelayanan Kesehatan Nasional, dan kami menggunakan prosedur untuk menghalau penyebaran virus," kata Profesor Chris Whitty dalam pernyataan resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Sabtu, WNI di Hubei Akan Dievakuasi |
Ian Jones, Profesor Virology di University of Reading mengatakan kecil kemungkinan virus corona menyebar antarmanusia masih terlalu dini.
"Bagi sebagian besar pasien, keluhan masalah pernapasan ringan bisa sembuh. Itu (kasus virus corona) merupakan situasi yang menjadi alarm," ujar Jones.
[Gambas:Video CNN]
Selain Inggris, wabah virus corona di Eropa juga telah menyebar ke Finlandia (satu kasus), Prancis (enam kasus), Italia (dua kasus) dan Jerman (lima kasus).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan status gawat darurat global atas virus yang penyebarannya terdeteksi mulai 31 Desember 2019.
Selain di China, kasus infeksi virus corona terdeteksi di sejumlah negara, yakni di Kanada, Amerika Serikat, Prancis, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, Vietnam, Korea Selatan, Nepal, Singapura, Australia, Malaysia, Jepang, Kamboja, dan Jerman. Lalu Finlandia, Uni Emirat Arab, Filipina, dan India.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Meski demikian belum ada laporan korban meninggal selain di China.
Selain Inggris, beberapa negara juga sudah memulangkan warganya dari Wuhan, yakni Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Prancis. (mel/evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian