Taiwan Umumkan Korban Tewas Pertama Akibat Virus Corona

AFP, CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 00:20 WIB
Seorang pria 61 tahun jadi korban tewas akibat virus corona pertama di Taiwan. Ilustrasi. Taiwan mengumumkan satu korban tewas akibat virus corona. (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Taiwan melaporkan kasus kematian pertama pasien yang terinfeksi virus corona, Minggu (16/2). Seorang pria berusia 61 tahun dinyatakan tewas di rumah sakit, Sabtu (15/2).

Pria ini memang memiliki riwayat gangguan kesehatan, namun ia tak memiliki catatan perjalanan ke luar negeri sebelumnya. Ia tewas setelah hasil pemeriksaan menunjukkan ia positif terinfeksi virus itu, seperti dilaporkan petugas resmi.

Pria ini menjadi orang ke lima di luar China yang tewas akibat virus corona. Korban sebelumnya tercatat di Filipina, Hong Kong, Jepang, dan Perancis. Di China sendiri virus ini telah menewaskan lebih dari 1.600 orang.

Taiwan saat ini terdapat 20 pasien yang positif terjangkit virus corona di negara itu.


"Kasus terbaru ini adalah seorang pengemudi taksi tak berizin. Tamu yang biasa ia layani adalah mereka yang sudah pernah ke China, Hong Kong, dan Makau," jelas Menteri Kesehatan Taiwan Chen Shih-chung seperti dikutip AFP.

Otoritas setempat menyebut tengah memeriksa daftar penumpang pengemudi tersebut dan catatan perjalanan mereka. Hal ini dilakukan untuk melacak siapa sumber infeksi virus tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Chen menjelaskan salah satu keluarga pria ini belakangan disebut tertular virus tersebut. Meski demikian ia tidak menunjukkan tanda-tanda telah terjangkit virus tersebut.

Perancis menjadi negara pertama yang mengumumkan kasus kematian akibat virus corona di luar China pada Sabtu (15/2). Pengumuman ini membuat dunia makin waspada dengan epidemi ini.

Hampir 1.000 warga Taiwan masih menunggu pemulangan dari provinsi Hubei. Kota Wuhan yang ada di provinsi ini menjadi pusat penyebaran virus tersebut.

Pemerintah Taiwan telah menerbangkan 247 orang dari Wuhan, ibukota Hubei. Mereka dipulangkan menggunakan pesawat China Eastern Airlines milik China pada 3 Februari.

Tapi, masalah pemulangan ini telah menimbulkan perselisihan kedua negara. 
Sebab, China menganggap warga Taiwan adalah penduduk mereka sendiri dan bukan warga asing. Hal ini menimbulkan percekcokan antar kedua negara. Sehingga memperlambat proses pemulangan warga Taiwan.

Hubungan kedua negara memang tak hangat lantaran China masih menganggap Taiwan adalah bagian dari negara itu. Sementara warga Taiwan bersikukuh memiliki pemerintahan sendiri. (eks)