Tolak Karantina Virus Corona, Warga Hong Kong Terancam Dibui

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 18:38 WIB
Tolak Karantina Virus Corona, Warga Hong Kong Terancam Dibui Ilustrasi perbatasan Hong Kong dan China. Departemen Kesehatan Hong Kong memperkarakan dua penduduk setempat karena positif virus corona tetapi menolak dikarantina. (Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Departemen Kesehatan Hong Kong bakal menyeret dua penduduk setempat ke pengadilan terkait virus corona (Covid-19). Penyebabnya adalah mereka menolak dikarantina padahal dinyatakan positif terjangkit virus tersebut.

Seperti dilansir CNN, Selasa (18/2), menurut pernyataan pemerintah setempat, empat penduduk yang dikarantina sejak 8 Februari beberapa kali berupaya untuk keluar dari Hong Kong.


Akibat kejadian itu, aparat setempat memanggil dua orang di antaranya. Sedangkan sisanya sedang diselidiki.


Menurut peraturan karantina Hong Kong, seluruh pendatang yang pernah bertandang ke China daratan sejak penyebaran virus corona, harus dikarantina selama 14 hari.

Jika melanggar, maka orang tersebut terancam dipenjara selama enam bulan dan pidana denda sebesar US$3.220 (sekitar Rp44 juta).

Sampai saat ini tercatat ada 60 orang yang terinfeksi virus corona sedang dirawat di Hong Kong. Satu diantaranya meninggal.

[Gambas:Video CNN]

Buat Panduan

Kementerian Kesehatan Jepang menerbitkan panduan bagi penduduk mereka dalam menghadapi virus corona. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

"Kami meminta masyarakat untuk menghindari bepergian dan tidak berkumpul jika tak mendesak. Kami meminta para lansia yang sudah mengalami gejala penyakit untuk menghindari keramaian," kata Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato.

Panduan itu berisi informasi gejala virus corona. Yakni jika merasa lemas, demam hingga suhu tubuh mencapai 37.5 derajat Celcius atau di atasnya selama empat hari berturut-turut, dan sesak napas maka harus segera mengontak layanan darurat melalui nomor telepon yang sudah disediakan.

Langkah itu diambil untuk menghindari penumpukan masyarakat di rumah sakit, dan supaya tenaga medis bisa bekerja lebih efektif.


Sampai saat ini tercatat ada 518 kasus virus corona di Jepang. Sebanyak 456 orang tertular di kapal pesiar Diamond Princess, sedangkan 62 lagi terinfeksi di tempat lain.

Ada satu orang perempuan lansia di Jepang yang meninggal akibat terjangkit virus tersebut. (ayp)