Meningkat, Penumpang Diamond Princess Positif Corona Jadi 621

CNN Indonesia | Kamis, 20/02/2020 05:54 WIB
Meningkat, Penumpang Diamond Princess Positif Corona Jadi 621 Jumlah penumpang kapal pesiar Diamond Princess terinfeksi corona mencapai 621 orang (Hiroko Harima/Kyodo News via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang positif terinfeksi virus corona bertambah menjadi 621 orang. Jumlah tersebut bertambah 79 dari laporan sebelumnya.

Mengutip AFP, sebenarnya para penumpang yang dikarantina selama 14 hari di dalam kapal sudah diperbolehkan keluar. Namun, ternyata ditemukan kasus infeksi yang baru.

Walhasil, Jepang bakal menuai kritik lantaran karantina tak berjalan optimal dalam mendeteksi penumpang terinfeksi virus corona.


Ratusan penumpang Diamond Princess mulai meninggalkan kapal sejak Rabu (19/2). Mereka telah menjalani karantina di dalam kapal di atas perairan Jepang selama 14 hari.

Ada sekitar 500 penumpang yang diperbolehkan keluar. Mereka dinyatakan tak terinfeksi corona. Mereka juga bakal diberikan sertifikat resmi tak terinfeksi virus tersebut.

[Gambas:Video CNN]
Virus corona sendiri telah membunuh lebih dari 2000 di sejumlah negara. Sebagian besar korban meninggal dunia adalah penduduk China.

Sejauh ini, ada 4 dari 78 WNI penumpang Diamond Princess yang dilaporkan positif terinfeksi corona. Keempatnya merupakan kru kapal.

Kementerian Luar Negeri sempat mengkritik pemerintah Jepang yang cenderung tertutup dalam memberikan informasi tentang WNI di Diamond Princess. Padahal, Menlu Retno Marsudi mengklaim sudah beberapa kali bertemu dengan Dubes Jepang untuk Indonesia.

Hal berbeda diutarakan Kementerian Kesehatan. Menurut Kemenkes, wajar jika pemerintah Jepang tidak terlalu terbuka dalam memberikan informasi mengenai penanganan virus corona di wilayahnya.

"Ini penting. Sama seperti kita, juga tidak akan umumkan rumah sakit (pasien positif virus corona). Karena jangan sampai memberikan kegelisahan pengguna rumah sakit," ucap Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto  di Jakarta, Rabu (19/2).
(AFP/bmw)