Dalam jumpa pers di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan pengusiran ketiga wartawan asing itu dilakukan karena artikel opini WSJ yang berjudul 'China is the Real Sick Man of Asia' yang dirilis pada 3 Februari lalu.
"Para editor WSJ menyematkan judul bernada rasis dan diskriminatif seperti itu, hingga memicu amarah dan kecaman di antara masyarakat China dan komunitas internasional," kata Geng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip CNN, ketiga jurnalis WSJ itu termasuk wakil kepala biru Josh China dan seorang reporter Philip Wen. Keduanya diberikan waktu lima hari untuk meninggalkan China.
[Gambas:Video CNN]
Pihak berwenang China disebut semakin sering menggunakan pembatasan visa untuk menunjukkan ketidaksenangan atau memberikan tekanan pada media asing di Tiongkok.
Sebagai contoh, sejumlah wartawan asing hanya diberikan visa jangka pendek alih-alih visa standar satu tahun untuk meliput berita di Negeri Tirai Bambu.Meski begitu, insiden pengusiran jurnalis asing dari China ini dianggap tidak biasa.
Lihat juga:Dua Pasien Virus Corona di Iran Meninggal |
"Kami akan melanjutkan mendorong pihak terkait agar tindakan ini dibatalkan dalam beberapa hari mendatang," kata Murray.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo turut mengecam pengusiran tersebut.
"Negara-negara yang dewasa dan bertanggung jawab memahami bahwa pers bebas melaporkan fakta dan mengungkapkan pendapat. Tanggapan yang tepat adalah menghadirkan argumen tandingan, bukan membatasi ucapan," ucap Pompeo. (rds/evn)