Proyek ini diumumkan dalam waktu kurang dari dua minggu jelang pemilihan umum Israel.
"Saya punya berita besar hari ini - kami akan menambah 2.200 unit lagu untuk Har Homa," kata Netanyahu dalam sebuah pesan video, Kamis (20/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Sidang Korupsi Netanyahu Digelar 17 Maret |
Pada pemerintahan Netanyahu sebelumnya, keberadaan komunitas Har Homa kontroversial saat pertama kali dibangun pada 1997. Populasi komunitas Har Homa diperkirakan akan tumbuh dari 40 ribu menjadi 50 ribu seiring dengan pembangunan hunian baru.
[Gambas:Video CNN]
Selain mengumumkan rencana pembangunan hunian bagi komunitas Har Homa, Netanyahu juga menyatakan telah setuju untuk membangun pemukiman ribuan rumah di Givat Hamatos. Lokasi tersebut berada di Yerusalem Beit Safat yang sebagian besar merupakan daerah Palestina.
"Pembangunan hunian baru itu mencakup 3.000 rumah untuk komunitas Yahudi dan 1.000 unit untuk warga Arab di Beit Safata," kata Netanyahu.
Proyek pembangunan di Givat Hamatos merupakan sebuah pukulan besar di tengah upaya damai antara Israel dan Palestina. Mengingat keberadaan proyek tersebut bisa mengganggu teritorial antara Betlehem dan Yerusalem timur.
PBB dan sejumlah negara dunia menganggap pemukiman Yahudi yang berada di Yerusalem timur dn Tepi Barat sebagai proyek ilegal.
Netanyahu berusaha untuk mengamankan suara dalam pemilihan umum yang akan berlangsung pada 2 Maret mendatang. (afp/evn)